16 Jenis kayu Indonesia yang perlu kita ketahui
Rabu, 24 April 2019
Desain Furnitur,
jenis jenis kayu,
kayu,
Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu
Edit
16 Jenis kayu Indonesia yang perlu kita ketahui
Butuh material kayu untuk furniture,
bangunan, produk atau kerajinan, tidak salah lagi Indonesia adalah
gudang dari berbagai kayu-kayu yang kelasnya mendunia. Iklim dan tanah
nya yang mendukung untuk tumbuh suburnya berbagai vegetasi menyediakan
banyak varian kayu kuat dan berurat bagus. Kita sudah sering mendengar
tentang kekayaan alam ini secara turun temurun. Kenyataannya exploitasi
kayu di Indonesia sudah berlangsung bahkan jauh sebelum kemerdekaan.
Sehingga saat ini menyisakan lahan-lahan yang kini sudah rusak karna
kayu nya sudah dijarah. Meskipun demikian masih banyak kayu-kayu yang
saat ini masih dapat kita temukan karna terus dibudidayakan atau
distribusinya dikendalikan oleh pemerintah melalui peraturan-peraturan
yang ketat, kayu-kayu tersebut dipergunakan oleh masyarakat untuk
berbagai keperluan dan sebagian dapat kita beli ditoko material kayu
diberbagai tempat. Berikut adalah 16 Jenis kayu Indonesia yang perlu
kita ketahui yang mungkin sering ada disekitar kamu ;
1. Jati
Siapa
orang Indonesia yang tidak pernah mendengar nama Kayu Jati? Jenis Kayu
Indonesia yang memiliki predikat kayu kuat ini sering kali menjadi
patokan bahan kayu yang berkualitas bagi banyak orang. Kayu yang
memiliki warna umum coklat ini memiliki urat bewarna coklat gelap. Jarak
antara satu dengan yang lainnya sedikit jarang. Kayu Jati sebenarnya
dibawa ke Indonesia sekitar tahun 1800 oleh Belanda ke Indonesia. Tumbuh
subur di beberapa daerah panas di pulau Jawa, dari Jawa Barat hingga
Jawa Timur. Kayu Jati yang berkualitas tinggi biasanya di supply oleh
daerah yang memiliki temperatur panas dan tanah yang berkapur seperti di
Jawa Tengah.Lihat juga artikel ini : Bingung milih powertools, lihat dulu reviewnya disini
Kayu Jati terkenal akan kekuatan dan
kepadatannya, yang mempengaruhi durabilitas kayu ini. Minyak didalam
Kayu Jati dianggap membuatnya menjadi lebih tahan rayap. Selain itu
pori-porinya yang kecil menyebabkan kayu ini dapat di finishing sangat
halus. Kepadatan Kayu Jati membuatnya menjadi kayu favorit untuk dibuat
ukiran.
Kayu jati memiliki kekerasan antara 630-720 Kgs/M3
Kayu Jati saat ini juga sering diburu
bekas-nya untuk menghasilkan produk berkesan rustic. Dengan berbagai
karakter yang disebutkan tadi Kayu Jati sangat cocok untuk di jadikan
furniture berkelas dan bahan bahan ukiran.
2. Meranti

Kayu Meranti atau sering juga disebut
Kayu Kalimantan merupakan kayu yang sering dipergunakan untuk membuat
kusen, furniture dan panel. Mendapat julukan Kayu Kalimantan karna
meskipun dapat tumbuh diberbagai daerah di Indonesia sebagai negara
tropis, Kayu Meranti tumbuh paling baik di daerah Kalimantan. Batang
Kayu Meranti dapat tumbuh hingga 70 meter dengan diameter bisa mencapai 4
meter lebih. Kayu Meranti yang bahasa latinnya Mahoni Philipina sering
kita temui berwarna coklat kemerahan dan tanpa urat (grain), dijual di
toko material sebagai papan atau kaso.
Kayu Meranti memiliki tingkat kekerasan antara 580-770 Kgs/m
Selain sebagai bahan bangunan dan
furniture, Kayu Meranti juga dapat di jadikan Pulp untuk kertas dan buah
Tangkawang dari beberapa jenis Meranti dapat dijadikan bahan baku untuk
kosmetik.
Lihat juga artikel ini : Kayu Yang Sering Digunakan untuk furniture
Berdasarkan karakteristik dari Kayu
Meranti, Kayu ini lebih cocok digunakan untuk bahan bangunan atau
furniture yang finishingnya menggunakan cat.
3. Merbau

Kayu yang berasal dari Maluku dan Papua
ini merupakan jenis kayu Indonesia yang keras dan memiliki julukan
sebagai Kayu Besi. Kayu Merbau telah menjadi primadona lokal dan eksport
sejak lama karna kualitasnya yang superior. Kayu Merbau berwarna coklat
abu gelap atau merah coklat gelap dengan arah serat yang hampir lurus.
Kayu ini dapat tumbuh menjulang hingga 50 meter dengan diameter hingga 2
meter. Karna kekerasan dan durabilitasnya, Kayu Merbau banyak dijadikan
sebagai parkit untuk lantai, tiang bangunan, bak truk hingga digunakan
sebagai bahan konstruksi jembatan. Saat ini harga Kayu Merbau cukup
bersaing dengan harga Kayu Jati.
Daya tahan Kayu Merbau yang tinggi juga
dapat diaplikasikan sebagai material konstruksi laut. Dalam
pengolahannya, Merbau tidak sulit untuk dipotong dan di finishing, tapi
cukup sulit untuk dibubut dan di paku karna meskipun keras memiliki
sifat getas karna serat-seratnya yang pendek.
Dengan karakteristiknya tersebut, Kayu Merbau dapat dijadikan andalan sebagai bahan bangunan dan konstruksi.
4. Albasia
Kayu
Sengon atau Albasia merupakan jenis kayu Indonesia yang khas daerah
tropis dan dapat dengan mudah ditemui diberbagai toko material dalam
bentuk kaso atau papan. Kayu Albasia termasuk kayu yang lunak dan sulit
untuk langsung di finishing, karakternya yang berbulu dan berpori-pori
besar dan mudah patah membuat Kayu ini tidak dapat langsung dijadikan
material pembuat produk. Meskipun demikian permintaan Albasia yang
meningkat dari tahun ketahun memberikan bukti bahwa penggunaan dan
manfaat yang disadari produsen atas kayu ini juga semakin luas.
Kenyataannya kayu yang mudah untuk di oleh ini dipergunakan sebagai
bahan utama pembuatan kayu olahan seperti triplex dan blockboard, stick
ice cream, pensil, korek api hingga bahan baku untuk kertas.
Papan dan balok Kayu Albasia sering kita
temukan menjadi material bangunan penyangga dan sementara, digunakan
untuk packing pada shipping atau pallet untuk barang. Warna nya putih
kotor bercampur coklat tampa urat, berpori-pori besar dan lunak.
5. Cendana
Wangi, itulah kesan pertama yang anda
dapatkan pada kayu Cendana. Jenis kayu Indonesia yang sering digunakan
sebagai bahan baku dupa dan produk-produk kerajinan ini sebenarnya bukan
merupakan golongan pohon yang tinggi bahkan bisa disebut sebagai
parasit. Pohon Cendana hanya tumbuh hingga 15 meter dengan diameter
batang hanya 30 cm, sulit dibudidayakan dan membutuhkan waktu yang cukup
lama untuk dapat dipanen namun sangat diminati dipasaran menjadikan
kayu ini relatif cukup mahal, bahkan dijual dengan takaran kilogram. di
Indonesia Kayu Cendana putih dapat tumbuh subur di daerah NTT (Nusa
Tenggara Timur) dan telah menjadi komoditas eksport sejak lama.
Kayu Cendana yang diubah menjadi produk
kerajinan dan furniture sebaiknya tidak di coating, tapi justru
dibiarkan polos agar wangi dari Kayu Cendana ini dapat dinikmati saat
berinteraksi dengan produk tersebut. Kayu ini sangat baik dan kokoh
untuk dijadikan furniture dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi baik
didalam maupun diluar negeri.
6. Ulin

Kayu Ulin merupakan salah satu jenis
kayu Indonesia yang dapat dijadikan sebagai material pembuat kapal yang
berasal dari Kalimantan dan Sumatra bagian selatan. Kayu Ulin dapat
tumbuh hingga 50cm dengan diameter hingga lebih dari 1 meter. Kayu Ulin
terkenal sangat tahan perubahan suhu, kelembaban, tidak mudah dimakan
rayap dan pengaruh air karna bersifat berat dan keras.
Kayu Ulin dapat dimanfaatkan untuk
berbagai keperluan terutama konstruksi. Di daerah tempat ditemukannya
banyak Kayu Ulin yaitu Kalimantan, kayu ini sejak dahulu kala
dipergunakan sebagai bahan pembuat rumah panggung bagi penduduk lokal.
Selain itu Kayu Ulin juga sering dimanfaatkan oleh penduduk lokal untuk
digunakan sebagai bahan kerajinan seperti patung hingga perhiasan.
Kayu Ulin termasuk Kelas Kuat I dan Kelas Awet I dengan berat jenis 1.04.
7. Eboni

Kayu yang memiliki nama latin Diospyros Celebica ini,
kini sudah cukup langka. Perpaduan warna hitam dan coklat dengan urat
yang kontras pada jenis kayu Indonesia yang terkenal dengan nama Macassar Ebony dan Black Ebony
ini membuatnya menjadi kayu yang sangat diburu oleh bangsa Jepang,
Eropa dan Amerika. Kegiatan eksport kayu ini mencapai puncaknya pada
tahun 1973 dengan jumlah mencapai 26.000 m3 dan terus menurun hingga
kini ditetapkan oleh IUCN dan 2000 WCN (World Conservation Union) Red
List of Threatened Species sebagai kayu yang dilindungi.
Lihat juga artikel ini : Sambungan kayu dasar dan tradisional
Pohon Kayu Eboni dapat tumbuh hingga 40m
dengan diameter hingga 1 meter dan merupakan kayu kelas awet 1 dan
kelas kuat 1 dengan berat jenis rata-rata 1.05 (0.90-1.14), dengan berat
jenis ini kayu Eboni tergolong berat dan tidak dapat mengapung di air.
Kayu dengan urat yang eksotis ini kerap
dijadikan bahan baku pembuatan alat musik seperti gitar, piano hingga
biola. Kayu ini juga digunakan sebagai tongkat, ukir-ukiran, patung dan
juga perhiasan.
8. Trembesi

Beberapa waktu yang lalu, sebuah
perusahaan rokok membuat program CSR dengan penanaman ribuan bibit pohon
Trembesi, alasannya pohon Trembesi merupakan salah satu jenis pohon
yang dapat menyerap hingga 28.5 ton gas CO2. Selain manfaatnya sebagai
penyerap gas CO2 yang baik, Kayu Trembesi kini juga semakin diminati
oleh pasar lokal dan Asia untuk dijadikan bahan baku furnitur, ukiran
dan patung. Hal ini disebabkan oleh urat Kayu yang dimiliki Kayu
Trembesi yang menawan.
Kayu Trembesi mudah tumbuh diberbagai
daerah Tropis dan curah hujan yang tinggi mulai dari Pulau Jawa,
Sumatra, Sulawesi, Maluku hingga Nusa Tenggara. Kayu Trembesi dapat
tumbuh hingga mencapai 40m dengan diameter hingga 4.5 meter. Kayu
Trembesi yang juga disebut Kayu Meh di daerah Jawa yang berarti “hampir
menyerupai Kayu Jati ini sering diubah menjadi furniture indoor yang
tebal-tebal dan lebar hingga 1.5meter, hal ini disebabakan kekuatannya
yang kurang dan cukup lentur sehingga pengolahan kayu ini lebih condong
dipotong lebih besar. Kepadatan atau Density Kayu Trembesi yang kurang
membuatnya kurang cocok dijadikan bahan baku furniture outdoor. Selain
menjadi bahan baku Furniture, Kayu Trembesi juga sering digunakan
sebagai bahan pembuat veneer.
Kayu Trembesi memiliki berat jenis 0.60
dengan tingkat keawetan kelas IV dan Kelas Kuat III. Pohon Kayu. Kayu
Trembesi kurang awet karna menghasilkan minyak kayu yang membuatnya
tahan terhadap serangan rayap lebih sedikit dibandingkan dengan Kayu
Jati.
Editor:Wira Sapta Dwi Saputra

0 Response to "16 Jenis kayu Indonesia yang perlu kita ketahui"
Posting Komentar